INTERNSHIP IN INDONESIA POWER (+WHAT I'VE LEARNT FROM HERE)

Sunday, October 2, 2016

(all pictures credit go to google, tumblr & pinterest)

Hi guys! Long time no post ya....




What's up? Gue kangen banget nge-blog, seriusan. Sebenarnya akses internet ada, tapi... gue kehabisan ide buat post something on my blog. Blog gue gak jauh - jauh lah isinya dari vacation dan make up, tapi gue gak bisa nge-blog. Bulan Agustus lalu, gue jalan - jalan ke Bandung sama Sisaan Belum Kawin untuk kali kedua, pada yang sama ououooo....

Skip, skip. 

(Read Tim Belum Kawin go to Bandung blog here http://alfaline26.blogspot.co.id/2016/05/tim-belum-kawin-go-to-bandung.html )

Kami udah banyak foto - foto disana, tapi nasib buruk menimpa. Hp yang gue pinjem dari Flora ( @flo_hps on insta) rusak, gara - gara gue charge di tegangan tinggi waktu gue makan di Depok Town Square a.k.a Detos -___- . Padahal semua foto trip di Bandung udah gue save di hp gue. Gue kira memory card yang gue masukin di hp itu gak akan rusak. 

Ternyata Alfa tidak bisa berharap banyak. Memory card pun ikut rusak. Gue udah minta foto - foto lagi ke Tim Belum Kawin, mungkin karena memorynya gede banget ya sedangkan kuota mahal, bok... jadinya yang dikirim ulang ke gue baru sedikit. Yah, gagal nge-post.




Sempat juga gue mau ingkar janji dan mau post tentang How to Heal Broken Heart versi me. Tapi, enggak ah. Lagi - lagi, balik ke alasan kemaren.

Soon, gue mau nge-post Beauty Haul + Empties. Ya, tentang make up lagi. Cuma, lagi usaha untuk cari pinjaman kamera (I don't have camera, I'm super broken when it comes to money, hahahaha) plus background yang bagus untuk foto produk - produk yang gue punya. Sementara, bisa baca review make up drugstore yang kualitasnya oke favorit gue di reviews.femaledaily.com/user/alineho . Mau tanya - tanya langsung ke gue juga boleh banget, I will be happy to help! Tunggu post selanjutnya, ya.

Udah, sekian ceritanya. Gak kok, belum selesai entry-nya. Kali ini gue mau sharing pengalaman gue magang.





Magang atau PKL (Praktek Kerja Lapangan) adalah tugas wajib setiap mahasiswa tingkat akhir Politeknik Negeri Jakarta, untuk memenuhi nilai semester 5, 6 (bagi D3) atau 7 (bagi S1 Terapan/D4). Untuk magang D3, gue gak akan bahas di entri ini karena peraturan dari kampus untuk magang D3 berbeda - beda di setiap jurusan, bahkan tiap prodi (program studi). Gue khusus bahas magang untuk program studi yang gue ambil, Administrasi Bisnis Terapan.

Kami diberi waktu untuk magang minimal 2 bulan. Waktu magang dimulai dari Juli sampai dengan (awal) November 2016. Dan puji Tuhan, gue keterima magang di Indonesia Power.



Indonesia Power merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) , anak perusahaan Perusahaan Listrik Negara a.k.a PLN yang menjalankan usaha komersil di bidang Pembangkitan Tenaga Listrik. Indonesia Power didirikan pada tanggal 3 Oktober 1995 (wah, seumuran). Informasi lebih lengkap mengenai Indonesia Power bisa di akses di http://www.indonesiapower.co.id/SitePages/Home.aspx

Let's talk about internship in Indonesia Power more! Gue akan buat dalam bentuk Q n A biar gampang jelasinnya.




1. Di Indonesia Power magang bagian apa?


Gue magang di bagian Sumber Daya Manusia (SDM), spesifik di bagian Rekrutmen (TLN)


2. Bagaimana proses dari apply hingga keterima?


I have a classmate in ABT, namanya Lia. Dia ngajak gue untuk apply magang di dua perusahaan di Jakarta Selatan, salah satunya Indonesia Power. At first, I have no idea about Indonesia Power. Tapi karena belum dapet tempat PKL dan apa salahnya kan nyoba, ya akhirnya gue ikut. 


Bermodalkan CV, pulang ngampus hari Rabu (kira - kira jam 10) gue, Lia dan Mumun pergi ke dua perusahaan tersebut. Kami datang tanpa hubungin pihak Indonesia Power sebelumnya (better hubungin sebenarnya). Kami bilang ke bagian resepsionis kalau kami mau ngelamar untuk PKL, dan akhirnya kami diarahkan ke lantai 5 (bagian SDM) untuk ketemu sama Mbak Nisa. 





Setelah kami tunggu selama 10 menit, Mbak Nisanya dateng dan kita perkenalan diri, terus jelasin kita mau ngelamar di bagian apa. CV kami diterima, 3 hari kemudian kami kirim proposal PKL kami untuk Indonesia Power lewat email.


Kira - kira 15 hari kemudian, kami dihubungi sama Mbak Nisa dan Mbak Nisa bilang kalau kita bertiga diterima di divisi SDM (yazzz) , Lia dan gue masuk ke bagian Rekrutmen, Mumun masuk ke bagian Kepegawaian (ADS). 


Senin, 1 Agustus 2016, kami tandatangan kontrak perjanjian magang selama 3 bulan.


Left to Right: Lia (instagram.com/liarospitas) , me, Mumun (instagram.com/ratu_munawwaroh) . We are classmates. Hidup Banten! *lah

3. Why Indonesia Power?


To be really honest, sebenarnya gue pengen banget PKL di perusahaan swasta multinasional atau enggak di perusahaan swasta bagian di industri kreatif, pangan dan kosmetik, tapi tetap kerja di bagian yang berhubungan dengan jurusan Administrasi Bisnis. Kenapa? Karena gue pengen meningkatkan kemampuan english speaking gue, dan seru aja sih misalnya sambil magang, sambil bahas produk makeup atau makanan yang dikeluarin sama perusahaan gue. Asik aja gitu. 

Jujur, gue ngerasa gue gak terlalu berusaha selama mencari. Gue tuh bener - bener nyari, terus apply lewat email aja. Gak yang sampai datang ke perusahaan. Jadi, ngerti juga kenapa gue gak diterima. Ditambah transkrip nilai gue dari semester 1 - semester 4 entah dimana, sedangkan banyak perusahaan bonafit minta transkrip nilai sebagai persyaratan magang. Ceroboh banget yak -___-

Tapi, Tuhan Maha Baik loh. Gue ditegur karena kemalasan gue, terus diajakin ke Indonesia Power buat apply. Saat diterima, bersyukur. Bangga juga sih, masuk bagian Rekrutmen. Gue berkontribusi untuk mendapatkan karyawan Indonesia Power yang terbaik, karyawan yang akan mengerjakan proyek pembangkitan listrik di Indonesia. Ya, walaupun kontribusi gue cuma 0,0001% . OMG lin, why so deep?


4. and.. Why choose Human Resource?


Meskipun magang di BUMN bukan pilihan pertama gue, tapi bidang yang gue ambil dalam magang ini merupakan pilihan gue. FYI, di Jurusan Administrasi Bisnis, kita dituntut untuk memahami banyak ilmu (gak ada yang harus dikuasain secara detail) so lapangan kerja kami cukup luas.


Program studi Administrasi Bisnis Terapan mengarahkan mahasiswanya untuk magang 5 bagian yaitu Public Relation, SDM, Administrasi (atau Sekretaris), Keuangan, dan Marketing. Oh ya, ada tambahan di bidang Supply Chain Management (SCM), tapi yang gue amati, di angkatan gue, angkatan 2013, belum ada yang milih bidang SCM. 


Nah, sebelum magang di antara 6 bagian tersebut, kami sudah dibekali ilmu - ilmu tersebut pastinya. Setelah 5 semester mempelajari, di semester 6 gue mantap mau ambil bidang SDM. Gue suka banget belajar SDM 2 semester, walaupun nilai gak terlalu tinggi. Mungkin karena dulu gue pengen masuk jurusan Psikologi kali ya waktu SMA, seru gitu mempelajari kepribadian manusia. Walaupun berbeda pastinya materi SDM yang dipelajari sama anak psikologi dan non psikologi, at least I enjoyed it. Jadi, gue pilih bidang tersebut. 


Dan ternyata, setelah gue menjalankan magang di bagian rekrutmen, gue suka banget, mengamati dan menjadi bagian dari perekrutan karyawan, mulai dari pengumuman hingga diterima nanti.


Panjang juga ya jawaban gue....




5. Apa saja job desc untuk magang divisi SDM bagian Rekrutmen?


I can't really tell actually, karena gue belum selesai magang dan tahap rekrutmen pun belum selesai. Walaupun gue magang di divisi SDM, tapi pekerjaan gue gak jauh - jauh dari mengurus administrasi. Verifikasi data pelamar, mengarsip dokumen pelamar, customer service, that's all I do until I write this blog. But please keep in mind bahwa anak magang tidak punya andil dalam menentukan lulus tidaknya pelamar.


6. Gimana cara pergi ke gedung Indonesia Power dengan transportasi umum?

HAHAHA sebenernya ini harusnya gak termasuk pertanyaan tentang internship ya, geng. Berhubung informasi tentang cara ke Indonesia Power masih sedikit di internet, here it is. 

  1. Naik KRL dari manapun ke Stasiun Cawang
  2. Ada dua tap gate, yang dekat dengan arah Bogor dan arah Jakarta. Tap kartu di gate yang arah Jakarta
  3. Kita akan bertemu dengan dua jalur keluar, ada jalur yang lewat tangga, ada jalur underpass (cieelah). Keluar lewat underpass, menuju halte Transjakarta Stasiun Cikoko Cawang. Oh iya, kalau mau naik Transjakarta harus punya e-money. Kalau gak punya, bisa beli dulu atau naik ojek online. Gue kurang tau untuk angkot atau bis biasa. Atau enggak, bisa numpang e-money temannya.
  4. Karena gue udah punya e-money, jadi gue akan jelasin yang versi naik Transjakarta ya. Tujuan halte kita adalah Halte Kuningan Barat. Lumayan banyak orang yang turun di halte ini so you're not alone. Hampir semua jalur di Halte Stasiun Cikoko Cawang melewati Halte Kuningan Barat, kecuali halte yang disebutkan sama petugas Transjakarta. "Kuningan Barat gak lewat ya, langsung Jamsostek", berarti jangan naik bis yang itu, oke oke?
  5. Setelah turun di halte Kuningan Barat, nyebrang, voila! Langsung banget sampe di gedung Indonesia Power Gatot Subroto. 
UPDATE : Cara ke PT INDONESIA POWER dari Cikarang

Naik bis 121 Jababeka - Blok M, turun di Komdak. Dari Komdak naik tangga menuju Halte Transjakarta Semanggi. Naik tujuan Kuningan Barat.



6. Is there any fee?

Yes, RpXXX.000,00 for 3 months. Fee diberikan setelah kita menyerahkan laporan magang, which is a month setelah kita menyelesaikan tugas magang kita. I admit there's so many company yang kasih fee lebih, so kalau memang ngejar fee yang lebih besar, better cari perusahaan swasta baik nasional maupun multinasional. 

I've learnt a lot di sini dan gue diterima di bidang yang gue mau di sini, ya jadi bersyukur aja. 

Human Resource gank. Cewek yang gak pakai kerudung itu namanya Devi. Cowok di depan namanya Al (instagram.com/al_arofa) . Jadwal magang gue dengan Devi dan Al beda, mereka udah selesai di bulan September. We've learnt a lot from this company.

7. Rules selama magang?

Dresscode: 


Senin: Hitam - Putih (Kerudung Putih bagi yang berhijab)
Selasa & Rabu: Bebas, Office Look
Kamis: Hitam - Putih (Kerudung bebas bagi yang berhijab)
Jumat: Batik

Jadwal masuk dan pulang kerja: 07.00 - 16.00 WIB

Oh ya, hari Jumat ada senam loh sampai pukul 09.00 WIB :3



Kamis, 4 Agustus 2016. Thursday's outfit.

8. Is there any tips for next intern student?

It is my first time here diterima magang, sebelumnya gue belum pernah kerja. Pernah sih, tapi gak sampai sebulan dan no fee (hiks). But I've learnt a lot disini, so I'm gonna give some tips because sharing is caring, guys! :)

Tips for applying internship:
  • Harus punya kemauan dan target yang jelas, misal: gue pengen ambil SDM, cari perusahaan yang menyediakan magang di bidang itu. Jangan semua di apply tapi gak tau maunya apa. Ini mempermudah bikin laporan magang, karena jauh lebih asik nulis sesuatu yang sesuai dengan kemampuan kita. Kita juga jadi lebih semangat saat PKL.
  • but... be Flexible. I mean, boleh aja punya target pengen di perusahaan X atau Y, tapi pikirkan faktor lain. Sesuai gak dengan bidang yang gue mau? Lokasi terlalu jauh gak? Fee sesuai gak sama kemauan gue? Gue harus magang sama teman sekelas atau sendiri aja ya? Jadi, jangan sampai magang yang feenya gede tapi jauhnya kayak dari Indonesia ke Kutub Utara. Jangan. Atau, magang, tapi hampir gabut. Nah, harus dipikirin dengan matang dan... coba aja dulu.
  • Gunakan bahasa yang santun selama apply job. Kalau harus dateng ke lokasi, pakai baju office look kalau bisa.
  • Siapkan data diri. CV, proposal magang, transkrip, foto 3x4, print sebanyak - banyaknya.
  • Setelah apply, follow up orang yang nerima CV atau proposal kamu.
  • Kalau ada tahap wawancara, cari tahu tentang perusahaan itu. Perusahaan bergerak di bidang apa, siapa direkturnya, berdiri sejak kapan. Gak harus hapal mati sih, at least tau tentang perusahaan itu lah.
  • Berdoa, mulai! Berdoa sebelum dan sesudah apply. Gak cuma buat apply magang sih. Every single day.

Tips selama magang:
  • Smile!
  • Pakai baju yang sopan. Kalau ada aturannya, ikutin.
  • Be helpful. Beda ya helpful dengan cari muka. Helpful means, menawarkan bantuan ya ke semua orang (yang membutuhkan), bukan yang atasan atau pembimbing magang kamu manisnya minta ampun tapi teman kamu sendiri, misal, dicuekin. Ini gak hanya diterapkan saat magang, tapi di seluruh aspek kehidupan
  • Kata papa gue, jangan pernah takut dimarahin. Jujur aja, gue udah pernah ditegur karena ketiduran (hahaha sorry), salah nangkep maksud atasan, dan banyak deh. Tapi, dari situlah kita belajar, ye gak?
  • Malu bertanya sesat di jalan! Jangan malu nanya kalau gak ngerti. Tapi jangan sampai nanya mulu, maksudnya, hal yang bisa lo search di internet atau bisa pakai logika lo tanyain terus. 
  • This is so important, catat terus apa yang telah lo kerjakan di kantor. At least seminggu sekali. Ini membantu lo buat bikin laporan
  • We need to socialize. Sebagai INFP, sebenarnya gue gak terlalu suka yang ngumpul berjam - jam ngobrol, apalagi kalau gue gak ngerti topiknya. Tapi itu bukan alasan untuk kita gak bersosialisasi. Sekali - sekali gakpapa lah makan di kantin atau main - main ke lantai lain, liat divisi lain. Atau nongkrong di pantry gitu 10 menit. Believe me, ini teguran juga buat diri gue sendiri.



Karena gue magang di bagian rekrutmen, gue jadi sedikit banyak mendapatkan pengetahuan mengenai bagaimana melamar kerja dengan baik dan sesuai dengan etika. I believe hal ini sudah banyak sekali dibahas di artikel internet, dosen kampus dan lainnya. Hanya saja, yang gue lihat, masih banyak pelamar yang melamar atau bertanya dengan kurang tepat. So, here it is.

Tips for applying a job:


1. Begitu dapat info lowongan, kumpulin data pribadi kamu selengkap - lengkapnya

Ijazah, foto 3x4, CV, sertifikat, surat kelakuan baik, surat keterangan lulus sementara (jika belum dapat ijazah), fotokopi sebanyak mungkin dan scan. Simpan di semua gadget kamu, USB, laptop, HP. Jadi, kalau lagi di luar rumah tiba - tiba ada informasi lowongan, kamu bisa langsung apply. Semakin lengkap data semakin bagus.

Oh ya, kadang ada fresh graduated yang mau apply, tapi belum punya data lengkap, seperti ijazah, karena belum dikasih sama kampusnya. Tanya aja sama perusahaannya, bagaimana baiknya.

2. Harus niat!

Sering nih, gue lihat. Udah lengkap datanya, eh buram. Atau enggak, kirim data scannya, udah scan yang fotokopi trus pakai kamera yang resolusinya kurang besar. Gak salah sih, selama jelas, tapi lebih baik kita sebagai pelamar membantu verifikator atau bagian SDM yang akan menyeleksi kamu ;) Scan aja di warnet gitu sekali, terus simpan di seluruh gadget kamu kayak yang aku bilang di atas. Sayang kan, IPK udah bagus, tapi gak lolos karena datanya buram.




3. Follow the rules

Kalau perusahaan minta kirim data melalui e-mail, ya lewat e-mail, gak perlu kirim melalui pos. Memang sih, ada beberapa peraturan perusahaan yang kurang jelas, misal, dicari lulusan jurusan Komunikasi. Sedangkan kamu jurusan Broadcast. Broadcast kan bagian dari komunikasi, bisa diterima gak? Atau misal, masalah buta warna. Mau apply pekerjaan di divisi X boleh gak kalau buta warna? Kalau gak tertera dengan jelas di rules, do searching on internet atau hubungi bagian SDMnya. Telpon, email, zaman sudah canggih.

Kalau diri kita atau data kita gak sesuai dengan kualifikasi, jangan paksain apply. At least we tried, diterima atau enggaknya kita ya urusan Tuhan dan perusahaan.



4. Buka email setiap hari

Yup, ini penting banget. Perusahaan yang baik akan melakukan proses rekrutmen sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan, tapi who knows ada gangguan server dari perusahaan, atau salah input data dan lainnya. Rajin - rajin buka email, siapa tau dapat info baru dari email.



5. Gunakan bahasa yang santun dan sesuai dengan EYD saat berkomunikasi dengan pihak perusahaan. 

Tolong lah ya, gue pernah lihat ada pelamar yang kirim email tanpa subject, body of letter dan cuma attach CV dan Application Letter. Please guys, lo bukan ngirim email ke temen akrab lo, tapi ke perusahaan. Kalau gue, gue mulai membiasakan diri bikin subject dan body of letter dalam setiap email, bahkan untuk email ke teman yang ada di sebelah kiri gue saat gue magang. Biar nanti saat apply kerja jadi kebiasaan gitu.

Dan tolong, jangan pakai email kamu dari jaman Friendster. Misal: alinzzprincezzha@xyz.com . Simpan aja deh email itu untuk log in Facebook atau Path kamu. 

Gunakan EYD dan tanda baca yang baik, gaes! Buat yang jadi friend gue di Facebook mungkin pernah lihat status gue yang ini:




Cerita dikit, jadi kebetulan gue kenal beberapa cowok dari komunitas yang sama, sebut saja komunitas N. I don't mean to jelek - jelekin tho, tapi dua cowok yang gue kenal itu kalau nge-chat gue gak pernah pakai tanda baca. Gue jadi sempat punya bad stereotype terhadap seluruh cowok di komunitas tersebut tapi bukan komunitasnya, ya. 

Nah, bayangin aja, gue aja, yang bukan siapa - siapa, sama teman biasa aja langsung gak suka gitu kalau chatnya gak pakai tanda baca. Apalagi untuk situasi formal seperti melamar kerja, yang mungkin verifikatornya sudah S2, S3 atau udah berpengalaman puluhan tahun, atau mungkin udah beda generasi. Kan jadi misinterpretasi, seperti ini:





Bingung kan? Itu maksudnya nanya bahwa data sudah diterima atau menyatakan bahwa dia sudah mengirimkan data pelamar? Jadi verifikator harus mikir dua kali. Lebih buruknya lagi, email kamu langsung di delete dari inbox karena bahasa kamu membingungkan. 

I admit it, nilai mata kuliah Bahasa Indonesia gue gak yang bagus banget, kok. Buat yang temenan sama gue di socmed, pasti tau kalau gue sering banget bales komen pakai bahasa 4l4y. Tapi, simpen aja itu buat bercandaan, yes. Kalau ke perusahaan, ke orangtua, ke dosen, dan ke orang yang dituakan, pakai bahasa yang baik. Mari belajar bersama.


Oh ya, masalah santun. Gue tau, everybody makes mistakes. Perusahaan juga gitu. Tapi, itu bukan berarti alasan buat lo ngata - ngatain perusahaan. Menyampaikan kritik dan saran itu boleh banget, loh. Yakin deh, perusahaan pasti baca email kritikan atau angkat telpon dari kita yang mau mengritik mereka. Gue pernah lihat, ada yang kirim kritik ke perusahaan. Ini adalah email editan gue. Bahasa gue sederhanakan ya, untuk menjaga privasi pengirim kritik tersebut.




Please, gue yang gak merekrut calon karyawan aja emosi bacanya. Walaupun memang kesalahan ada di perusahaan, bisa loh menyampaikan kritik dengan santun. Dan gak perlu ditambah - tambah dengan kalimat yang tidak perlu seperti, "Terimakasih atas harapan palsunya". Kritik juga harus disertakan dengan argumen yang jelas, seperti yang pernah gue baca dari salah satu pelamar.
Selamat siang, Ibu Z. Perkenalkan nama saya Alfu, melamar di divisi X. Pertama, saya ingin mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang Ibu berikan untuk mengikuti tahap wawancara. Namun, saya tidak dapat mengikuti tahap wawancara tersebut dikarenakan saya sudah ditugaskan di Kutub Utara hingga tanggal 26 Desember 2016.
Saya sangat ingin bekerja di perusahaan Ibu dan sudah menungguupdate jadwal wawancara di perusahaan Ibu sesuai dengan tanggal yang sudah ditentukan oleh perusahaan, namun server selalu down. Hal ini mengakibatkan saya tidak mendapatkan cuti dari perusahaan saya untuk melakukan wawancara.
Saya berharap perusahaan Ibu dapat memperbaiki sistem aplikasi pengumuman agar hal seperti ini tidak terjadi di kemudian hari. Wasalam.

Tuh, enak kan bacanya? Percaya deh, perusahaan pasti respek sama kamu. Seandainya pun kamu gak diterima di perusahaan yang kamu lamar, kamu bakal diterima di perusahaan terbaik lainnya! Believe me. Ditambah skills dan knowledge pastinya.


6. Berdoa!


Berdoalah sesuai dengan kepercayaan masing - masing. Dan, jangan memaksakan kehendak lewat doa. Tuhan lah yang Empunya keputusan. Have faith!



That's all from me, I hope you guys find this entry helpful :)

Oh ya, berhubung gue gak punya HP, gue jadi jarang foto - foto disini. Tapi, bukan Aline namanya kalau gak punya foto selama magang. Kami foto kalau gak salah pas ada event gathering karyawan Indonesia Power, waktu Al, Angel (gak ikut foto bareng hiks), Devi dan Mala (lagi gak masuk) masih magang di sini juga. This is our photossssssssssssssssssss!!!























See ya on my next blog (or maybe next internship story+tips) !















What's Up yo PURWAKARTA!

Saturday, June 11, 2016


Hi everyone, what's up yo guys?! Kenapa gue pasang foto gue dengan masker? Karena gue butuh banget maskeran. Gak penting banget ya foto di atas. Mau cerita, jadi di semester 6 ini, gue lagi dipusingin dengan banyak-banyaknya tugas (tugas kampus dan tugas di luar kampus) yang deadlinenya berdekatan. Contohnya tugas presentasi Manajemen Bisnis Jasa, deadline di hari Rabu sama dengan deadline tugas luar kampus yang deadline juga di hari Rabu. Alhasil, pusing pala Barbie. Rasanya setiap deadline tugas berdekatan tuh pengen update status, "Duh, kalau bisa bagi badan jadi dua, bagi deh..." *cry emoticon*. Drama queen banget ya gue, hehehe.

Anehnya, sekali ada tugas, tugas numpukkkk banget sampai gak ada waktu istirahat dan berakhir dengan drama seperti di atas. Tapi sekalinya gak ada tugas, bener-bener deh... santai banget sampai bisa dibilang gabut. Dan biasanya waktu gabutnya tuh, gak terduga. Misal, gue udah cancel segala plan yang bukan prioritas utama kayak nemenin temen pergi ke suatu tempat atau nyuci baju. Tiba-tiba, h-1 tugas luar kampus di cancel misal karena hujan atau tim lain belum siap mengerjakan tugas luar kampus tersebut. Trus tugas kampus udah selesai, karena minggu lalunya, satu minggu bisa maju presentasi 3 mata kuliah. Jadilah gue gabut segabut-gabutnya orang tergabut di dunia. 

Tapi, gue bersyukur banget karena gue baru selesai UAS yasss! Akhirnya terbebas dari tugas bikin puluhan surat, presentasi dan.... puji Tuhan, finally gue dapet tempat magang! I will enter DA REAL LIFE for sureeee. Hampir semua tugas udah kelar, dan gue sekarang butuh maskeran, karena kantong mata gue juga udah sedalam palung terdalam di dunia :/ Oke, skip. Sekarang gue bisa ngeblog lagiiii yayyyy!

Oh ya, satu info lagi. HP gue rusak hiksssss wanna cry as loud as I can :( gak deng, lebay juga. Ya, jadi dari awal Mei, hp Samsung Young tercinta gue error parah, selalu otomatis ke-restart setiap 5 menit sekali. Padahal gue udah uninstall instagram di hp itu. Tetap aja mati-nyala. Gue juga udah uninstall Line. Masih aja mati-nyala. Huft pusing. Tapi pada akhirnya, teman sekamar gue, Flora (check her insta: @flo_hps ) berbaik hati meminjamkan Smartfrennya ke gue hehe. Thanks, flo.

Jadi.... sekian cerita tentang tugas numpuk dan HPnya. Sekarang, gue mau cerita tentang.... perjalanan gue ke ....
.
.
.


Purwakarta!

Yess, finally. Gue dari bulan April lalu udah bawel cerita ke semua teman-teman gue dan keluarga kalau gue pengen banget ke Purwakarta. Alesannya, cukup simple dan... alay, yaitu karena gue kepo dengan seberapa jauh Purwakarta kalau naik kereta api. Ditambah lagi harga tiket Jakarta Kota ke Purwakarta itu murah banget, cuma Rp6000,- bayangkan!!! Akhirnya, setelah bawel cerita tiap hari ke teman-teman gue, ada yang kepo pengen ke Purwakarta juga, yaitu.. Diah dan Wulan. Jadilah, di minggu pertama bulan Mei, Wulan bikin grup WA. Grup kami ditambah dua orang, yaitu Rilla dan Syelma, anak-anak satu jurusan kami, tapi D3 nya. Kami memanfaatkan waktu libur panjang, liburan terWOW di tahun 2016 setelah libur Lebaran dan libur Natal \m/ yaitu tanggal 5 Mei - 8 Mei 2016. Tapi gak selama itu juga sih. Karena ada hal yang gue harus urus di tanggal 5 Mei, terus Diah, Wulan, Rilla dan Syelma juga mau liat sesuatu di hari Sabtu, jadi kami memutuskan untuk pergi saat weekend, yaitu tanggal 7 Mei dan 8 Mei. Liat apa tuh? Makanya, jangan langsung di exit dulu, baca sampai bawah ya ;)

Sabtu, 7 Mei 2016


Sejak hari Rabu, 4 Mei 2016, kami memutuskan untuk naik kereta api Jakarta Kota - Purwakarta pada jadwal keberangkatan paling awal, yaitu jam 10.15 WIB. Kalian bisa lihat jadwal kereta api tujuan Jakarta Kota - Purwakarta disini:



Diah, Wulan dan Rilla naik kereta dari Jakarta Kota. Dari jam 9 pagi mereka udah berkicau di grup nanya posisi pada dimana. Sedangkan gue lagi panik - paniknya ngurusin HP gue yang mati nyala tiap 5 menit sekali. Gue masih di rumah karena gue naik kereta api dari stasiun terdekat rumah gue (my luvvvv) yaitu Stasiun Lemahabang. 

Kira - kira jam 10.30 WIB gue baru rempong mandi dan siap - siap. Posisi Diah dkk udah melewati Stasiun Jatinegara. Gue juga bawel minta Cliff anterin ke Stasiun Lemahabang. Untung dia berbaik hati mau nganterin gue, walaupun dia sempat nunda - nunda huft. Thanks Cliff :) untung aja gue gak kehabisan tiket. Sempet deg - degan kehabisan tiket, karena hari itu hari libur. Puji Tuhan sih, enggak.






 Sebenarnya ini foto tahun lalu yang gue capture sendiri, tapi sengaja gue post sekarang :)

As I've said before, harga tiketnya cukup murah, hanya Rp6000,00 untuk jarak sejauh itu. Gila, gue dari rumah gue ke Mall Metropolitan Bekasi aja bisa habis Rp20.000,00 loh, lah ini jauh cuma Rp6000,-. Anggaplah ditambah ongkos dari rumah ke Stasiun Lemahabang Rp10.000,00. Beda dikit sih, tapi jaraknya jauh loh. Murah banget lah.

Setelah menunggu, kereta sampai di Stasiun Lemahabang datang, dengan tepat waktu. Wulan ngabarin kalau mereka ada di gerbong ke - 6. Eh, pas gue cari gak nemu. Mana di gerbong itu penuh dengan orang - orang, akhirnya gue rempong ke gerbong lainnya. Masih aja gak nemu. Gue sampai mikir, "Jangan - jangan ni orang sebenernya gak naik kereta dari tadi" lol. Akhirnya gue berhenti di gerbong ke - 4 karena disuruh berhenti sama akang - akang pegawai kereta api. Gue ditanyain macem - macem, diledekin juga. Mereka kira gue mau ketemu pacar -__- ya kali mas. #jomblowins nih haha. Antara sedih dan miris sih. Loh. But actually they are nice.

Setelah rempong bolak - balik nyari Diah, Wulan dan Rilla, akhirnya, gue ketemu sama mereka di Stasiun Klari. Akhirnya.. perjuangan berakhir! Yazzz. Dan ternyata, mereka nyariin gue karena mereka kehausan. Dasar, teman jahanam. Huahahaha.

Kami sempet salah turun, kami turun di Stasiun Cikampek karena ada akang - akang yang gue tanyain, "Masih lama ya ke Purwakartanya?" dia jawab, tinggal 2 stasiun lagi. Huft. Untung kami langsung gerak cepat a.k.a gercep naik lagi ke kereta. 

Tapi perjalanan kereta menuju Stasiun Purwakarta emang tinggal dikit lagi, sih. Kami sampai di Stasiun Purwakarta kira - kira jam 13.00 WIB. Agak telat dikit. Tapi gakpapalah. Toh mau jalan - jalan ini. 

Karena kami udah buluk banget, kepanasan (ACnya lagi gak nyala) di dalam kereta, kami langsung ke kamar mandi buat cuci muka dan... dandan. Hahaha. Gue dandan di peron, bayangkan. Sampai sempat diusir satpam lol tapi tetap aja kekeuh dandan di peron. Shameless girl ever.

First impression gue liat Stasiun Purwakarta, keren banget! Pas banget buat foto - foto ala vintage gitu deh. Stasiun Purwakarta ini tempat bangkai kereta, jadi kereta - kereta jaman 90an bahkan 2000an dikubur disini. Gak dikubur sih, ditumpuk - tumpuk. Gue sempat mikir, kenapa gak dibakar aja ya? Ah, gak ngerti juga. Tapi jadinya keren sih, jadi ada tempat buat hunting foto kan. Azegh. Karena tempat ini kece banget, gue dan teman - teman langsung hunting foto. Oh iya, kalau mau ke bangkai kereta, kami harus keluar dulu dari stasiun dan melewati komplek. Dekat banget, kok. Ini dia foto - foto kami di seberang Stasiun Purwakarta.




 Tempat pertama yang akan kalian lewati kalau mau ke bangkai kereta. 

 This is Rilla :)

 She is Diah :)

And she is Wulan :)

Ini dia bangkai keretanya :) Kece kan buat foto - foto? Sayangnya tempat ini penuh dengan asap hiks



 Let me introduce Purwakarta squad (?) : Kerudung biru: Rilla, kerudung hitam: Diah, baju abu - abu: Wulan








Kami foto - foto kira - kira sampai setengah 3. Setelah kami diskusi mau kemana, kami memutuskan untuk pergi ke Waduk Jatiluhur. Gue lupa udah pernah kesini atau belum. Kayaknya sih, pernah waktu kecil, mancing ikan. 


Gue lupa banget naik angkot nomor berapa, padahal gue disuruh bikin blog ini sama Diah dan Wulan supaya gue bisa kasih info transport ke tujuan wisata Purwakarta ini. Ampuni aku, pemirsah... :( Pokoknya, kami dari Stasiun Purwakarta naik angkot tujuan Pasar Rebo. Lah, jauh amat ke Jakarta lagi? 

.
.
.
.
Wkwkwk enggaklah, gaes. Pasar Rebo yang di Kabupaten Purwakarta ya. Jaraknya cukup dekat. Dari Pasar Rebo, kami naik angkot 03 tujuan Ciganea. Ini juga jaraknya cukup dekat. Betenya, pas kita turun di angkot 03, rintik - rintik gemas... hiks. Dari angkot 03, kami dioper ke angkot 11 tujuan Waduk Jatiluhur. Angkot ini termasuk jarang ya, mas angkotnya yang bilang dan setelah kami melalui perjalanan, emang cuma ini angkot satu - satunya di hari itu yang ke Waduk Jatiluhur. Ternyata panjang banget bok perjalanannya.. Pantesan kemaren pas gue cari info angkotan Purwakarta banyak yang nyewa mobil pick-up. Bersyukur banget nemu angkot ini. Oh ya, kami kira - kira habis Rp20.000,- untuk bayar 3 kali angkot dengan tujuan yang lumayan jauh. Gak semahal angkot di Cikarang, hehe. Tukang angkotnya juga helpful, ngasih banyak info dan gak nipu - nipu. Bener juga kata mbah yang satu kereta sama kami, kalau ada apa - apa nanya aja sama warga sekitar, karena warga Purwakarta ramah - ramah  . Duh, jadi seneng teteh.

Kami disaranin sama tukang angkotnya ke Jatiluhur Resort buat foto - foto. Sebelum Jatiluhur Resort ada Bendungan yang dikelola sama pemerintah gitu, cuma menurut dua teteh penumpang angkot yang baru masuk setelah angkot kami berhenti di depan bendungan, disana gak ada apa - apaan, dan hujan juga, jadi penjaganya gak bolehin kesana karena takut licin gitu.


Angkot berhenti di depan Jatiluhur Resort. Tiket masuk Rp10.000,00 per orang. Tapi, karena kami dibantuin dua teteh tersebut, kami gak bayar. Wihiiiii.....









 Ini restoran loh, teman - teman.




 Wulan, Diah, me. Thanks to kamera Fuji milik Wulan yang bikin muka kita super cling





 Diah, Rilla, Wulan, Me :)










Endorse? Lol



Instagramable banget ya :D












Agak ngenes gitu ya sebenarnya
































First impression ke tempat ini adalah... romantis banget tempatnya! Banyak couple yang foto - foto ala #relationshipgoals gitu disini. Disini juga terdapat restoran dan tempat penginapan, mungkin buat infonya bisa di google :) Gue pas ke Jatiluhur ngebayangin bisa bakar - bakar ikan gitu, ternyata ini khusus buat resortnya, toh. Jadi di Jatiluhur kalau gak salah ada 3 spot yang sering dikunjungi wisatawan, yang pertama bendungan yang dikelola pemerintah, kedua resort yang kami kunjungi, dan yang ketiga kami kurang tau itu tempat apa. Mungkin tempat ketiga itu untuk bakar - bakar kali ya hashtag soktau.

Kira - kira jam 5 kami pulang dari resort nan romantis tersebut. Puji Tuhannya, kami ketemu sama angkot yang sama! Yey, gak perlu sewa pick up atau naik ojek. Kami naik angkot tiga kali menuju tempat tujuan ke-2 kami, tempat yang paling kami tunggu yaitu....
.
.
.
.
.
.
.
Taman Sri Baduga Situ Buleud Purwakarta! Yazzz! Taman ini menyediakan pertunjukkan air mancur dengan efek lampu laser dan lagu - lagu. Kayak di Dubai gitu, kali ya? Sesungguhnya gue berniat untuk ke Waduk Jatiluhur aja terus naik kereta api pulang ke rumah. Tapi... karena gue aja sampai disana jam 1 lewat terus gue pikir kapan lagi ke Purwakarta, jadi gue bablas ikut Diah dkk jalan sampai hari Minggu. Dan puji Tuhannya mama gue ijinin. Yesss, seneng banget bisa dipercaya hihihi. 

Kami sampai disana kira - kira jam setengah 6 sore. Taman Sri Baduga Situ Buleud ternyata gak jauh dari Stasiun Purwakarta, kami cukup bayar angkot Rp3000,00 (atau Rp4000,00 ya? lupaa) per orang. Dekat deh. 










Met this cutie creation by God. OMG.

Ternyata kawasan Taman Sri Baduga Situ Buleud udah cukup ramai. Mungkin supaya dapat spot terbaik untuk nonton pertunjukan air mancur kali ya. Oh ya, pertunjukkan digelar dua kali ya, pukul 19.00 dan 21.00 WIB. We came too early so we took a dinner first. Kami makan di semacam angkringan persis di depan Taman. Untuk dinner kali ini, kami makan.......



Sate Maranggi! Uuuh parah gue udah ngidam pengen makan ini dari hari Rabu pas grup WA dibuat. Jadilah kami makan malem disitu. Angkringan tersebut pakai sistem kupon, jadi kami harus beli kupon pilihan makanan, lalu bayar, dan bagian ticketing akan memilih tempat makan kita di stand berapa (ada 13 stand kalau gak salah) . Pilihan makanannya cuma 2, sate maranggi dan soto daging. Harga sate maranggi Rp20.000,00 dan harga soto daging Rp25.000,00. Gue, Diah dan Rilla pesan sate maranggi sedangkan Wulan pesan soto daging. Overall, sate marangginya enak, manis kenyal gitu tapi tetap ada gurihnya. Soto ya standar lah. Kekurangannya cuma satu, tapi fatal bagi gue, yaitu.. kurang banyak. Hehehe, peace.

Sekitar jam setengah 7 kami kelar makan. Dan pas kami keluar dari angkringan.. jalanan rame banget. Ternyata orang - orang lagi pada antri untuk masuk ke Taman Sri Baduga. Rame banget, sumpah. Kayak mau demo. Dan ternyata gak cuma orang Purwakarta yang ada disana. Ada juga pengunjung dari Bekasi dan Jakarta.

Jam 7 kami udah bisa masuk. Desek - desekan parah. Mungkin karena free kali ya jadi selalu rame. Ternyata tamannya cukup luas dan melingkar gitu bentuknya. Ini dia foto - foto selama di Taman Sri Baduga Situ Buleud.









 Baru mau mulai














 FAYAHHHHH







 Wihhhh











Untuk lebih jelasnya, kalian bisa liat video di bawah ini.


Keren ya? Yang unik dari show air mancur ini adalah, air mancur diiringi dengan cahaya laser dan juga musik sunda. Kayak lagu Payphone nya Maroon 5 itu di remix dengan musik sunda and I was like WOW, I'm so proud to be part of West Java even I'm bataknese actually. Senang banget liat budaya Indonesia di explore. Dan menurut berita elektronik sih, pertunjukan Air Mancur Sri Baduga ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara :) very proud!

Oh ya, kami ikut dua sesi loh. Sesi pertama, kami berdiri dan lumayan pegel karena gak terlalu keliatan. Di sesi kedua, kami gak langsung keluar. Kami  iseng duduk di kursi yang ternyata kursi VIP hehe :D untung gak diusir sama penjaganya. Jangan dicontoh ya, gaes.

Pertunjukan selesai jam 22.30 WIB. Habis Hiburan Terbitlah Pusing. Itulah quote yang cocok buat kita pada saat itu. Kami pusing karena kami gak tau mau nginep dimana. Hahaha.

Kami mencoba untuk sembunyi.. namun senyummu, tetap mengikuti. Yaelah, malah nyanyi. Serius lin, serius. Jadi kami coba browsing internet tentang info penginapan murah di sekitar Taman Sri Baduga Sri Buleud. Namun apa daya, tidak ada info. Hiks. Jadilah kami (khususnya gue) melakukan hal yang lwar byazah kalau kata anak masa kini, yaitu.... cari masjid!

Maybe it sounds like anak bandel hahaha tapi kata Diah, Wulan dan Rilla tidur di masjid should be fine, toh gak dikunci juga. Wah, syukurlah. Kami jalan kaki deh, dari Taman Sri Baduga menuju masjid yang cukup terkenal di Kabupaten Purwakarta, yaitu Masjid Agung Purwakarta.

Ternyata, gak cuma kami yang tidur di masjid. Banyak juga yang tidur, kayaknya sih anak gunung gitu kalau dilihat dari tas mereka. Kami tidur di lantai 2. Untung gak ada yang ngusir. Gue tidur duluan guyss karena emang Alfaline hobi tidur cepat (kecuali ada wifi lol) .

Minggu, 8 Mei 2016

Happy Sunday! Gue bangun sekitar jam 3. Terus kami pindah ke lantai 1 (dalam ruangan, buat tempat shalat) buat tidur lucu sambil charging phone and camera. Puji Tuhan, disana juga ada kamar mandi yang cukup luas. Kocaknya, gue, Rilla dan Diah mandi di kamar mandi buat cowok -_- Pantesan, abis keluar dari kamar mandi, bapak - bapak yang duduk di depan toilet abis shalat ngeliatin gitu dengan heran. LOL abis.

Enaknya bangun pagi adalah, kita bisa jalan - jalan sambil hirup udara segar. Sekitar jam setengah 6, kami mencari sarapan. Gak jauh dari kawasan Masjid Agung, terdapat banyak gerobak jualan makanan. Gue, Diah dan Rilla beli nasi uduk for Rp7000,00 sedangkan Wulan beli bubur dan gak tau harganya berapa. Under Rp10.000,00 lah pokoknya. Rasa makanannya lumayan lah, enak. 

Selama kami makan, kami (lebih tepatnya gue) sibuk buka instagram.com/explorepurwakarta . Ada 2 destinasi yang menarik hati kami *ea yaitu Bale Panyawangan Diorama dan Resort Giri Tirta Kahirupan. Lalu kami memutuskan untuk pergi ke... jeng jeng jeng... ke.... Giri Tirta Kahirupan, yeay! Kami sengaja pilih tempat yang jauh supaya waktunya bisa habis sampai jam 1 siang, satu jam sebelum keberangkatan kereta Purwakarta tujuan Jakarta Kota. Ya, kami bakal naik kereta api keberangkatan jam 2 siang.

Kami jalan kaki sampai Pasar Rebo. Fyuh, capek juga loh. Tapi asik sih, karena jalanan Purwakarta di hari itu sekitar jam 7 pagi gak terlalu rame, jalanannya juga gak bolong - bolong, matahari juga gak terlalu terik. Asik deh. Dan di Pasar Rebo gue lihat rumah makan Mie XP. Sumpah, gue langsung ngidam gitu. Gue sering lihat di path beberapa orang update lagi makan disitu, yang di cabang Karawang tapi, dan mereka muji makanannya karena enak dan pedes. Gue langsung bilang ke Diah, Wulan dan Rilla buat makan disana sebelum ke Stasiun Purwakarta.

Setelah kami sampai di Pasar Rebo, kami langsung naik angkot kuning, angkot 10 tujuan Sadang. Gue dan teman - teman sempat underestimate sama tukang angkotnya karena takut ditipu masalah harga dan dibikin kesasar. Tapi enggak sama sekali. Mereka helpful, malah tukang angkot yang angkotnya kami tumpangin nawarin carter angkot ke Giri Tirta Kahirupan dengan harga yang lumayan murah, Rp20.000,00 per orang. Kalau baca ini, mungkin mikirnya mahal kali ya. Tapi enggak loh. Perjalanannya emang jauhhhhh banget, malah udah mau ke arah Kabupaten Bandung. Udah gitu jalannya berlika - liku. 





 Udah mau masuk Kabupaten Bandung


And, you know what? Atas saran bapak angkot, kami gak jadi ke Giri Tirta Kahirupan. Beliau bilang perjalanan masih panjang banget (and I see emang belum ada plang arah Resort Giri Tirta Kahirupan sepanjang perjalanan) dan untuk masuk kesana, angkot gak boleh masuk dan kita harus naik ojek dulu kira - kira Rp15.000,00 per orang. Terus ada tiket masuk Rp25.000,00 buat berenang. Belum lagi kita gak bawa baju renang. Yasalam yasudah goodbye. Terus si bapak angkot menyarankan kami untuk pergi ke Curug Cipurut Gunung Burangrang. Kata si bapak, ke curug itu gak perlu bayar, tinggal jalan kaki 1 kilometer. Kami kan team #travelonbudget jadi kami pilih alternatif termurah, hehehe. 

Angkot muter balik dan kami sampai 15 menit kemudian. Jalanan menuju Curug itu berlika - liku dan.. cukup jauh. Tapi gak sejauh Giri Tirta Kahirupan. Dan, benar aja, kami harus jalan sejauh 1km. Gue sih gak masalah 1km, yang gue permasalahkan adalah jalanan yang super licin, tanah doang gak ada batu dan hebatnya gue pake crocs, terus Diah, Rilla, Wulan pakai sepatu putih. Gue beberapa kali hampir kepeleset -_- Nyesel dikit gak pakai sepatu. Ya, sedikit, karena gue emang bukan penggemar sepatu, apalagi kalau bertali. Males ngelepas talinya :/ hehehe. Gue akhirnya nyeker like a pro *pasang muka tegar*














Ternyata bapak angkotnya salah. Kami dikenakan tiket masuk Rp20.000,00 untuk empat orang. Ya, gakpapa lah, masih lebih murah dibanding ke Giri Tirta Kahirupan.

















































Itudia foto - foto kami selama di Curug. Curug Cipurut ini gak terlalu ramai, ya ada sih geng motor yang centil haha, tapi emang gak terlalu ramai. Pengunjungnya bervariasi, ada keluarga, geng motor, ada juga pasangan ala #relationshipgoals. Tempatnya cukup asri, tapi ada sampah deh, sampah nyangkut di batu - batu air mancur -_- entah darimana dah tuh sampah. Pesan buat kalian semua yang mau wisata alam, gak harus ke Purwakarta, kemanapun kalian pergi, JAGA KEBERSIHAN. Apa susahnya simpen sampah di kantong sebentar aja? Atau pegang aja dulu sebentar sampai ketemu tempat sampah. Please, guys. Jangan salahkan keadaan, pemerintah bahkan Tuhan kalau alam "ngamuk" disebabkan oleh kesalahan kita sendiri. Oke? Stay clean guys :*

Ngeselinnya, selama di curug, pas lagi main air, gue lagi - lagi kepeleset -_- Niat hati mau nyamperin Wulan dan Diah malah kepeleset -____________-


Sedih banget, ya. Hahaha. Kira - kira jam 10 kami pulang dan cari angkot menuju Stasiun Purwakarta. Kami jalan cukup jauh, kayaknya sekitar 3 kilometer buat ke jalan raya nyari angkot.

Untung aja sebelum ke jalan raya kami nemu angkot. Ternyata angkot itu udah dibooking sama orang yang lagi ada di Curug Cipurut dengan tujuan yang sama, Stasiun Purwakarta. Jadi kami naik angkot muter balik ke Curug Cipurut. Sia - sialah perjalanan 3 kilometer kami -_- hahaha.  

Angkot yang kami tumpangi itu ternyata di booking oleh 6 cowok yang masih muda. Ea. Hahaha. Kok kalimat gue rancu ya -.- gue gak ngobrol banyak sama mereka selama di angkot, karena gue sibuk dengerin lagu (sok sibuk lu, lin). Diah sama Wulan yang lebih banyak ngobrol. Ternyata mereka kerja dan tinggal di daerah Tambun, Bekasi. Yaampun pikir gue, ternyata sesama Kabupaten Bekasi toh. Mereka kerja di Sosro (atau Coca Cola ya?) dan mereka nginep di Curug dari hari Sabtu kemaren.

Kami sampai di Stasiun Purwakarta kira - kira jam 12. Karena takut ketinggalan kereta, kami gak jadi makan di Mie XP :( ah sedih. Kami akhirnya makan lesehan di depan Stasiun Purwakarta. Lumayan rame ternyata Stasiun Purwakarta, mungkin pada mau pulang kali ya.

Kami makan bakso dan siomay bareng. Rasanya lumayan lah, enak. Kocaknya, pas gue lagi makan, salah satu dari rombongan cowo tadi mau bayar. Dia pegang uang Rp100.000,00 di tangannya. Terus dia bilang, 

"Eh, mau dibarengin gak (bayarnya) ?"

Dengan polosnya gue jawab, "Oh iya boleh." 

Seketika Wulan, Diah dan Rilla ngakak sengakak - ngakaknya. Gue gak ngerti kan. 

Wulan bilang, "Ih, si Aline gak ada basa - basinya ya" .

Diah bilang, "Lin, lo tuh bilang kek, eh gaosah atau apa kek, lo langsung bilang iya aja" sambil ketawa.

Ternyata gue salah paham hahaha ngakak deh kalau inget - inget. Jadi maksud si cowo "dibarengin" tadi adalah dia mau bayarin makanan/traktir kami, sedangkan gue mikirnya 'dia bayar dulu makanan kami pakai uang mereka terus nanti selesai makan kami bayar ke dia pakai uang pas' . Astaga, kalau gue jadi geng cowo itu mungkin gue bakal mikir, "Ih gila, ni cewe gak ada segan segannya ya" hahaha. Maafin gue, guys.

Tapi senangnya, mereka tetap jadi traktir kita para mahasiswi, padahal gue udah minta maaf (sambil ngakak) terus mau bayar. Hahaha, gak bohong sih, seneng juga ditraktir. Thanks, guys :) 

Setelah kami makan siang, kami beli tiket kereta. Gak kok, kali ini gak dibayarin. Hahaha. Dan diantara geng cowo itu, ada satu orang yang berbaik hati jadi volunteer untuk ngantri beli tiket. Yes. 

Sambil nunggu kereta datang, kami foto - foto di depan Stasiun Purwakarta. Biar ketauan gitu pernah ke Purwakarta. Hehe. 












Karena geng cowo (gue lupa nama mereka semua hikss dan mungkin mereka juga lupa sama nama gue) baru ke Curug doang dan mereka baru tau dari Wulan, Diah dan Rilla kalau bangkai kereta adalah spot foto yang kece, kami mampir ke bangkai kereta sambil nunggu kereta api datang. Honestly, gue gak foto - foto lagi karena gue pikir foto - foto kemaren udah cukup. Tapi foto - foto hasil jepretan mereka kece - kece, loh. Kalian bisa lihat foto mereka di bawah ini.



 Gue suka banget sama foto ini. Gak tau kenapa. Suka aja. 


























Saking asiknya foto - foto, mereka sampai lupa kali ya kalau kereta berangkat jam 2. Hahaha. Pukul 13.45 WIB, kami langsung lari ke peron dan untung aja itu kereta belum berangkat. Gue turun duluan, sekitar jam 17.00 WIB di stasiun tercinta, Stasiun Lemahabang.

So that's it :) Perjalanan yang cukup singkat tapi seru dan pastinya gak mahal. I recommend you guys to go to Purwakarta. Ini bisa jadi alternatif buat kalian yang pengen jalan - jalan yang gak terlalu jauh dengan budget terbatas. Overall gue habis sekitar Rp200.000,00 buat ongkos pulang - pergi, makan, tiket tempat wisata. Mungkin kalau nginep Rp300.000,00 kali ya, I don't know. Tapi emang asik sih Purwakarta ini. Anti mainstream, makanannya enak - enak dan terjangkau, angkot gak mahal, warga sekitar juga very helpful. Yang gue perhatikan, mayoritas wisatawan dari Cikarang sih, hehe. Buat kalian yang dari Jakarta, sebaiknya sih nginap supaya bisa explore tempat wisata dan makanan pastinya! 

Okay guys, thankyou for reading. Hope this entry inspire you to go to Purwakarta hehe or at least if you don't want to go, you can enjoy this entry. xoxo.

Byeee

Girls in Purwakarta story on Instagram:

1. Me (shameless as always) : instagram.com/alfaline26









 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS